Jumat, 05 Maret 2010

Tanaman Obat untuk Terapi Diabetes

. Jumat, 05 Maret 2010

               Salah satu cara untuk mengatasidiabetes mellitus adalah dengan melakukan suatu terai yang disebut terapi herbal. Terapi herbal yang dimaksud disini adalah suatupproses penyembuhan diabetes mellitus dengan menggunakan ramuan berbagai tanaman yang berkhasiat obat.
               Biasanya, terapi herbal dilakukansebagai pengobatan alternative. Namun ada sebagian masyarakat yang sengaja melakukannya sebagai tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit (bersifat preventif).Pada masa sekarang, tanaman obat tidak hanya diperoleh sekadar dari tumbuhan liar, tetapi banyak yang telah dibudidayakan bahkan diusahakan secara komersial. Karena itu, untuk mendapatkan tanaman berkhasiat obat cukup mudah.
              Tanaman obat yang digunakan dalam terap Diabetes Mellitus jumlahnya cukup baynak. Tanaman-tanaman tersebut antara lain sebagaiberikut.

a. Mimba   

1. Klasifikasi
Mimba (Azadirachta indicaJuss) memiliki nama daerah seperti imbao, alembha,memphauh,intaran,margo sier, neem tree, dan mamba. Tanaman ini masuk dalam famili meleaceae.

2. Kandungan kimia
Kandungan unsure kimia tanaman ini yang sudah diketahiui adalah azadurachtin,minyakgliserida,asam asetiloksifurnail-dekhaidrotetrametil-oksosiklopen-tanatolfuran-asetat-keton, heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol)

3. Efek Farmakologis

Dalam pengobatan tradisional dan farmakologi Cina, mamba memiliki rasapahit, tetapi daging buahnya manis.Bersifat netral, antidiabetis, antidiare, antipiretik, dan mengaktifkan atau merangsang fungsi kelenjar-kelenjar tubuh.

4. Bagian yang Digunakan

Bagian tanaman yang digunakan untuk membuat rauan herbal adalah daun,biji,kulit kayu,dan kayunya. Cara pengolahannya bisa dengan cara merebus daun mamba dan airya diminum setelah disaring dan didinginkan.

b. sambiloto
sambiloto biasanya tumbuh liar di lading dan tempat terbuka lainnya, tetapi banyak juga yang membudidayakannya di pekarangan.Sambiloto diduga berasaldari kawasan Asia Tropik. Di Indonesia lebih mudah dijumpai di dareah Jawa, Sumatera (utara,barat, dan Bangka),Sulawesi Tengah, kepulauan Nusa Tenggara (sumbawa, Flores, dan Timor), serta kepulai\uan maluku (Halmahera). Tanaman ini akan tumbuhsubur jika ditanam di dareah yang ketinggiannya 1-1.200 neter di atas permukaan laut.

1. Klasifikasi
Di beberapa daerah, sambiloto dikenal dengan nama papaitan, ki peurat, atau bidra. Khisus di daerah jawa, dambiloto lebih dikenal dengan nama kayu mas, lang, kipait, atau ki oray.dalam system klasifikasi, sambiloto dikelompokkan dalam famili Acanthaceae dan bermarga Andrographis.
Tanaman ini berbentuk terna dengan tinggi tanaman sekitar 35-95 cm. daun memanjang dengan warna hijau tua. Rasanya sangat pahit. Bunganya kecil berwarna putih keunguan.Buahnya juga kecil, berbentuk slindris, dan berwarna hijau kekuningan.

2. Kandungan Kimia
Seluruh bagian tanaman(herbal) mengandung lakton dan flavonoid. Lakton lebih banyak terdapat di bagian daun dan cabang.sedangkan flavoid lebih banyak terdapat bagian akar.

3. Efek Farmakologis
Sambiloto memiliki efek farmakologis menurunkan demam atau panasdalam, antiracun,antiradang, dan antibengkak. Jenis herba ini ternyata efektif untukmenyembuhkan infeksi dan merangsang fagositosis. Selain itu, mampu meningkatkan kekebalan seluler( bukan seluler Hp ya..) dan meningkatkan aktivitas kelenjar0kelenjar tubuh.

4. Bagian Tanaman yang Digunakan.
Seluruh bagian tanaman sambiloto dapat digunakan sebagai bahan untuk mengatasi diabetes Mellitus.

c. Brotowali
Brotowali (Tinospora crispa (L) Mieres) merupakan tanaman liar yang terdapat di seluruh Indonesia terutama Jawa, Bali, dan ambon. Brotowali tumbuh subur di hutan, lading, atau halaman dekat pagar dengan sinar matahari yang cukup banyak. Brotowali mampu hidup di tempat yang ketinggiannya 0-1.000 meter di atas ermukaan laut.
Herba ini memiliki morfologi yang dicirikan sebagai tumbuhan perdu yang merambat atau memanjat. Brotowali lebih cenderung sebagai tanaman penutup tanah. Ukuran batang besar jari kelingking, berbintil rapat, dan rasanya pahit. Daun merupakan dau tunggal., bertangkai bentuknya seperti jantung atau agak bulat telur, berujung lancip fengan panjang sekitar 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. bunganya kecil berwarna hijau muda an berbentuk tandan semu.

1. Klasifikasi
Dalam klasifikasi tumbuhan, brotowali termasuk dalam famili Menispermaceae. Brotowalo dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, bratawali, akar pahit, putrawali, atau daun gadel.

2. kandungan kimia
Tumbuhan ini mengandung alkaloid, dammar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin), dan tinokrosposid.

3. Efek farmakoligis
Brotowali memiliki sifat analegik yaitu dapat menghilangkan rasa sakit dan antipiretik yaitu mampu menurunkan panas, melancarkan cairan limpa meningkatkan sekresi salif, dan efek sedatife. Dalam farmakologi bangsa Cina, brotowali dikenal memiliki rasa pahit tetapi bersifat menyejukkan.

4. Bagian tanaman yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan untuk terapi herbal adalah bagian batang terutama kulitnya, Brotowali diperbanyak dengan cara setek, cukup memotong batangnya dan menanamnya di tanah yang gembur dan cukup air. Pemnyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan yang baik akan merangsang pertumbuhan brotowali.
Ok deh. . . .Cukup segitu dulu ya jenis-jenis tanaman herbalnya…. Soalnya tanganku udah capek nih.. and mau istirahat dulu, tapi pastinya akan dilanjutkan pada postingan berikutnya,
ok? tunggu yaa. . . . jangan lupa krtik dan saran untuk blog ini, semoga artikelnya bermanfaat.

1 komentar:

www.karyaku.com mengatakan...

BUAT RAMUAN OBATA KUAT HERBAL DONG

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
{nama-blog-anda} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com